Merokok berdampak buruk bagi kesehatan orang yang merokok dan yang ikut mengisap asap rokok orang lain atau disebut perokok pasif. Selain orang dewasa, kini perokok anak pun banyak dan dampak buruk merokok itu memapar mereka sedari kecil. Masalah ini tentunya sangat memprihatinkan karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan.

Menurut Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), sebanyak 31,89 persen anak Indonesia berusia lima hingga 17 tahun tercatat sebagai perokok aktif. Mereka mengonsumsi rokok sebanyak 70 batang dalam sepekan.

"Tingginya rokok yang dikonsumsi anak dalam seminggu menunjukkan tingkat kebahayaan dan ancaman bagi generasi muda Indonesia," ujar Kepala Biro Perencanaan dan Data Kementerian PPPA Titi Eko Rahayu di Jakarta, Rabu (28/12).

Menurut dia, persentase sekian pada anak-anak yang merokok 70 batang per pekan dialami, baik oleh anak laki-laki maupun anak perempuan.

Titi mengatakan, kondisi ini memprihatinkan karena rokok berdampak buruk terhadap kesehatan. Selain dampak jangka pendek, ada juga dampak kesehatan yang akan dirasakan dalam jangka panjang. Selain itu, lanjutnya, dampak rokok terhadap anak-anak juga sama buruknya seperti terhadap orang dewasa. "Sekitar 1,17 persen anak berusia lima sampai 17 tahun merupakan perokok aktif atau pecandu rokok karena mereka merokok setiap hari," ungkap Titi.

Lebih lanjut, kata dia, persentase tertinggi anak berusia lima sampai 17 tahun yang merokok 70 batang per minggu berada di perdesaan sebesar 34,93 persen. Sedangkan, anak di perkotaan merokok 36-70 batang per pekan tercatat sebanyak 28,71 persen.

Sumber: Republika.co.id